Jangan Anggap Sepele Kata “Revolusi”
Posted by Anaz Djabo on 15 February 2011
Revolusi mungkin saat ini sangat populer di kalangan masyarakat Timur Tengah. Paling tidak dalam sebulan terakhir istilah ‘revolusi’ menjadi kata yang manakutkan bagi mantan Presiden Tunisia Ben Ali dan terakhir Presiden Mesir Hosni Mubarak. Revolusi-lah yang telah merenggut tahta mereka dengan ucapan ‘get out’ dan go to hell, revolusil-lah yang mengantarkan mereka menjadi pemimpin yang menutup masa jabatan dengan penuh pilu dan rasa malu. Singkatnya, revolusi bagi mereka adalah kata sederhana tetapi menyimpan kenangan momok yang sanagat menakutkan.
Di Indonesia, entah karena latah atau terjangkit semangat revolusi masyarakat Tunisia dan Mesir, kata revolusi kerap lantang diucapkan oleh beberapa tokoh di dalam negeri. Dengan mengadakan kampanye dan seruan sana-sini, mereka dengan gampang menyuarakan kata revolusi pada khalayak ramai.
Revolusi memang mudah diteriakkan, namun sebenarnya sangat sulit untuk diwujudkan. Perjuangan rakyat Tunisia dan Mesir yang disebut dengan gerakan revolusi bukanlah perkara yang mudah untuk dibayangkan sebelumnya. Mereka telah melewati berbagai hambatan dan butuh waktu yang lama untuk menyatukannya dalam satu ikatan semangat perjuangan yang memiliki tujuan dan visi yang sama. Toh, ketika mereka kini sudah berhasil menumbangkan rezim, kemana dan bagaimana akhir dari gerakan revolusi nantinya, menjadi membingungkan bagi mereka.
Kini, jikapun kita di dalam negeri ingin meniru gerakan revolusi seperti gerakannya rakyat Tunisia dan Mesir, masalahnya apakah hal ini akan bisa kita gerakan dan apa yang akan kita lakukan apabila revolusi ini benar-benar terjadi? Jangan anggap sepele kata “Revolusi”…